Senin, 03 Oktober 2016

Puisi Malam Sunyi Sekali


Malam Begitu Sunyi
Karya: Rayhandi

Di malam yang hitam ini
Aku sendiri meringkuk memegang lutut
Termenung aku di ambang lelah
Menanti pagi yang segera mengetuk

Malam ini begitu sunyi terasa
Aku hanya sendiri memandang bulan
Melihat bahwa di sana seseorang melihat bulan yang sama
Meski nyata jarak memisah

Malam ini begitu sunyi terasa
Disini hanya ada sebilah rindu 
Menemaniku hingga terlelap
Mencari celah di ujung rasa

Malam ini begitu sunyi terasa
Bintang di langit menjadi kekasih sunyi
Dan bulan akan selalu menjadi doa yang menemani hati
Membantu kuat saat rapuh kian memakan


Doaku di Malam Sunyi
Karya: Rayhandi

Aku hanya seorang manusia
Yang tertatih di yang namanya kehidupan
Doa selalu kuucap untuk hari yang tidak pernah kutahu
Untuk setiap cobaan yang kian hari kian membesar

Terkadang aku menangis hingga meratab
Menyesali setiap rasa sakit
Meringis luka yang takkan kering
Memikirkan cobaan yang takkan usai

Malam ini
Saat bulan bertemu dengan sudut bintang
Saat bintang menggenggam rembulan
Saat ribuan kunang kunang membelah belantara rimba
Saat itu aku menangis hingga patah

Saat malam menemani hati yang rapuh
Saat sunyi memanjakan telinga yang gersang
Terbesit kerinduan yang memangku semesta
Aku mencoba bersabar

Selalu kuingat bahwa tuhan itu tidak tidur
Ia mendengar jeritanku bahkan yang kubungkam
Ia melihat lukaku bahkan yang kukubur
Ia maha tahu


Rindu di Sudut Malam
Karya: Rayhandi

Malam sunyi mencekam
Menyayat daging hingga mengerang
Menjerit hingga suara terbang putus
Inikah rindu

Rindu terkadang teramat menyakitkan
Meremukkan hati hingga debu
Meniupkan belati yang tertancap asmara
Sakit di ujung rasa

Tuhan tawanlah rasa rindu ini
Kurung ia di sudut jeruji
Ajari ia cara bersabar dan bertahan
Agar ia tidak memakanku perlahan

Merindukan seseorang teramat sakit
Ingin rasanya kusobek rasa itu hingga keping 
Takkan kupelihara karena kan membunuhku
Hanya bersabar dan tabah yang bisa kulakukan


Malam Sunyi Tanpa Dirimu
Karya: Rayhandi

Aku kesepian tanpa dirimu
Sendiri aku termenung memunggung malam
Sendiri aku terduduk meratap dirimu
Yang mungkin takkan kembali

Di sudut kamar aku biru meramu
Menjamu setiap cercah cahaya yang datang
Mengingat dirimu yang takkan bisa kurengkuh
Memahami bahwa kita terpaut jauh

Ingin rasanya aku memelukku
Menggumam namamu di mimpi tidur
Menyentuhmu dengan jemariku
Merasa bahwa kau ada di sini

Biarlah malam ini aku mengenangmu
Untuk terakhir ini biarlah malam jadi saksi
Aku menyebutmu dalam doa
Di sunyi hitam namamu kulupa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar